pukul 14:37 kereta api Logawa jurusan Purwokerto-Jember PP menginjakkan rem di sebuah kota kecil Mojokerto. menurunkan salah seorang penumpang yang membawa sekoper lumayan gede dengan menggendong sebuah boneka coklat berbentuk sapi. siapa dia? ah tentu orang pun tak mau tau. dengan perasaan tak sabar aku menggeret koper berat itu dan menemui adekku yang sudah menanti di depan stasiun. ternyata masih berseragam sekolah, cukup gagah, bangga dengan adekku :) *basa basi hati*
setibanya dirumah, tentu hanya mamah yang menyambut kedatanganku di teras. bukan teras yang mewah, hanya latar depan rumah yang sering kami gunakan bercengkerama sambil menatap indahnya malam. tak ada bagusnya dengan perumahan. jenuh. --.
Read more...
setibanya dirumah, tentu hanya mamah yang menyambut kedatanganku di teras. bukan teras yang mewah, hanya latar depan rumah yang sering kami gunakan bercengkerama sambil menatap indahnya malam. tak ada bagusnya dengan perumahan. jenuh. --.
mana papah? seperti biasa, papah hanya bisa menanti di kasur reotnya yang bau pesing dan liur menyerebak. segera aku salami dan cium kedua pipi papah yang terasa seperti mencium tulang. yah papahku menderita stroke sejak aku duduk dikelas 2 SMA. sudah 4tahun lamanya. selama 4 tahun penyakit itu sedikit demi sedikit merenggut senyum bahagia papah, kami. badannya yang semakin megering, ah tak tega aku menceritakan hal ini. aku sayang papah.
membongkar isi koper, memperlihatkan baju yang aku belikan untuk mama, melihat senyumnya aku senang.. :) walau aku membelinya dengan uang negara, beasiswa. hanya itu yg bisa aku lakukan untuk membuat mama sedikit tersenyum. yah hanya sedikit.. :) tapi cukup membuatku lega.
adekku? jangan tanya, langsung menyambar siabu 'notebook' untuk sekedar online dan menontn video2 di youtube. enatah video apa. aku asyik bercerita tentang semuanya ke mamah. kuliah, kosan, teman2, organisasi, pacar.
sore semakin menenggelamkan siluet gagah sang matahari. menanti adzan magrib, akupun membersihkan diri dr keringat dan bau kereta.
ah, ini malam minggu. malam minggu? malam yang tak pernah aku spesialkan. hanya malam seperti biasa. tentu saja, karena pacar jauh disana.. jangan harap malam ini aku akan menikmati malam minggu dengan seorang pria. ah aku salah, malam ini aku diajak seorang pria untuk menikmati jalanan kota kecilku, tidak lain adalah adekku. :)
dengan hati2 ia memboncengku dengan motor kebanggaannya, CB taun 85an.. "ini motor cinta mba" celetuknya. membuatku sedikit geli dan tertawa renyah. selama perjalanan kami berbincang tentang sekolahnya, teman2nya, aktivitasnya, bak tour guide pula ia menjelaskan sesuatu hal baru yang ada dikota kami. yah jalanan tak begitu ramai,
BenPas. sebuah nama jalan yang kini jd pusat tongkrongan para remaja kota kami. hanya sebuah badan jalan yang lebar dan lurus. namun sangat tepat untuk menikmati langit malam yang indah. tepat sekali ini hari sabtu. muda mudi berpasangan pun memenuhi setiap sisi jalan itu. entah apa yang mereka pikirkan dan perbicangkan. yang ada dipikiranku, apa istimewanya duduk dipinggir jalan? menghitung kendaraan yg lewat? atau sekedar menemukan tempat untuk bermesraan kraena memang remang2, ah ini bulan ramadhan. tapi kenapa semakin padat disetiap sudutnya oleh muda mudi itu? ah abaikan. biarlah mereka berkreasi. haha
terlihat juga beberapa geng motor yang memamerkan motornya berjajar di badan jalan. penjual pentol baar yang semakin banyak dan bersaing. pengunjung carefour yang ingin melepas penat sejenak dengan bersantai di spot makanan ringan. sentra baju yang dibuka di pinggirnya pun padat oleh pembeli yang sekedar melihat atau berburu baju untuk hari raya. betapa hidup jalan itu. aku tersenyum, kotaku tak lagi bak kota mati. :) sekedar menyicip pentol bakar yang sudah sering jadi tempat tongkrongan adek, enak. :)
malam itu tak berhenti di BenPas. adek mengajakku ke rumah eyang uti yang tak jauh dari situ. hanya sekedar memberikan titipan mukenah baru dari tante yang dicilacap. bagian ini hanya sekedar menanyakan kabar satu sama lain. mengibrol sambil menikmati kolak buatan eyang, dan menonton televisi.
pukul 21.27 kami memutuskan untuk pulang rasa lelah dan kantukku sudah menggelayut dimata.
lagi2 adek ingin menunjukkan kehidupan malam dikota kecil kami di tempat yang lain. JT. singkatan dari Jogging Track. apa bagusnya? knapa malam2? jogging kan di pagi hari? eiits.. jangan salah.. JT ini sebuah tebing pinggiran sungai Berantas yang dibuat sebagai tempat jogging. namun ebtah wacana dari mana, setiap malam semakin banyak cafe kopi dan jus beserta makanan ringan tumbuh diatasnya. dan menjadikannya pusat tongkrongan pula disetiap malamnya. entah penyalahgunaan fungsi atau bagaimana. rasanya sedikit memicingkan mata melihatnya. tentu saja karena sungai tak memiliki lampu terang. hanya sekedip kedip lampu yang memancar. aku pun tak dapat melihat siapa saja yang berada diatas sana. namun sangat ramai. ah kotaku.
melewati jalan utama di kota kami, mojopahit. sebuah jalan pusat pertokoan. sudah lengang. karena toko2nya tutup pada pukul 21:00. masih terikat jam adat istiadat. :)
motor tua adek pun melaju dengan lincah dijalanan. sesampainya dirumah, aku lelah. melerparkan tubuhku ke kasur. dan membenamkan diri pada mimpi malam ini.
sekedar siluet kecil kota kami.. :)
































