Halaman

Rabu, 29 Juni 2011

Selamanya

| | 0 komentar

Aku Alif Hendi Kurniawan berjanji akan sayang dan cinta sama Githa Apriliana Yusnia Putri sing njuweti tapi bisane seneng yaaah.....????
pokoke i love u pull lah....emmmmuuuuuaaaach :)
Read more...

Senin, 27 Juni 2011

..MawarKu..

| | 0 komentar

Siapa yang tak tau bunga mawar??? Tentu saja tidak asing dan aneh lagi kita mendengar dan melihatnya,  jelas semua orang pasti tau bunga mawar... Bunga yang indah dan sangat menarik, bunga yang biasa menjadi simbol cinta kasih para insan.
      Sudah jelas dilihat dari kelopaknya, warnanya merah mempesona sangat menarik bagi penikmat keindahan dan kecantikanya, belum lagi wangi dan daun sebagai pelengkap ketertarikan tersendiri. Keindahan dan kecantikan luar dalamnya tak dapat di pungkiri lagi. Kelembutan, wangi, indah, mepesona, sudah lengkap semua yang ada di bunga mawar......
      Ups...... ada yang saya lupa bagian dari bunga mawar, bunga mawar juga mempunyai duri-duri di tangkainya. Yah ,,,,,,, DURI-DURI..... duri-duri itu menempel dan melekat erat di tangkainya,  yang berfungsi untuk melindungi sang mawar dari pemetik  yang tak bertanggung jawab. Yang hanya senang dan puas pada saat proses pemetikanya saja,,, setelah puas dan berhasil memetiknya sang mawar pun di buang begitu saja dan tak memikirkan betapa cantik, indah luar dalamnya sang mawar itu.......
      Mawar yang saya utarakan dibaratkan adalah sesosok wanita, wanita yang indah, mempesona dan cantik luar dalam, seperti mawar yang mempunyai kelopak yang indah, wanginya yang membuat ketenangan hati, kelembutanya seperti sentuhan sesosok Ibu ke anaknya dan mempunyai DURI yang melindungi dirinya dari seseorang yang tak bertanggung jawab.....
      Wahai sang wanita.....jadilah kau seperti mawar.... mawar yang indah, mempesona dan Cantik luar dalam, wangi yang bisa membuat ketenangan hati, kelembutannya yang seperti sentuhan sesosok Ibu ke anaknya.....dan yang paling penting mempunyai duri yang melindungi dirinya dari pemetik yang tak bertanggung jawab dan susah di petik sama orang-orang......hanya orang-orang tertentu yang bisa memetik dan mempunyai kau sang mawar.....yang mempunyai jiwa baik, ikhlas, bertanggung jawab, mau merawat  dan melindungimu dengan kesabaran....
OOOoooohhhhh MAWARKU kau adalah impian dan idamanku....:)

By : Kebho
24.06.11
Read more...

Senin, 13 Juni 2011

Sang Matahariku

| | 0 komentar

Di kala waktu Magnesium, ku terpaku, terjerat pada satu pandangan mata yang begitu menyejukkan jiwa. Di saat sinergi kelam menyelimuti hidupku, bagai anak kelinci yang tersesat dalam kegelapan malam, sorot matanya yang tak lagi tajam dalam kegelapan, mencoba mencari setitik terang,, tuk meletakkan peraduannya,, dengan tertatih,, ia mencoba tuk tetap bertahan menanti sebuah cahaya yang mampu menuntun dan menemani langkahnya,, agar ia tak tersesat dan semakin kehilangan arah..Dalam penantiannya ia sempat beradu pada bintang,, rasanya cukup tuk menerangi langkah kecilnya,, namun dalam perjalanan singkatnya,, ia merasa kecewa,, bintang itu menghilang dan ia kembali kehilangan arah,,Dengan kesabarannya ia mencoba merelakan bintangnya pergi tuk selamanya,, karena baginya bintang itu tak bisa selalu menemani langkahnya,, karena cahayanya terlalu kecil baginya,, walau indah dipandang karena kemerlipnya yang dapat membuai mata bagi yang melihatnya,, namun si kelinci tak dapat mempertahankan peraduannya pada bintang,,Dalam langkah sederhananya,, si kelinci mencoba tuk mendongakkan kepala sejenak,, karena ia merasa ada cahaya yang sangat cukup untuk mengiringi langkahnya,, yah,, si kelinci menemukannya,, ia mencoba tuk membuka diri,, mendekatkan diri pada bulan,, ia mencoba tuk beradu padanya,, cukup nyaman,, dan cukup membuatnya tersenyum selama melangkahkan kakinya,, dengan cahaya dari sang bulan,, si kelinci dapat menemukan hal-hal baru di sepanjang perjalannya,, bagai menemukan langkah baru,, si kelinci meletakkan harapannya pada sang bulan,, yah,, si kelinci berharap sang bulan dapat menemani dan selalu mengiringi langkahnya,, hingga ia menemukan kehidupan yang dicarinya selama ini,,Namun lagi-lagi si kelinci merasa kecewa,, setelah sang bulan secara perlahan memudarkan sinarnya,, ia mulai merasa kehilangan pandangan,, ia takut sang bulan akan pergi seperti bintang yang pernah menjadi peraduannya,, ahMemang benar,, sang bulan pun menghilang dan tak lagi menemani si kelinci,, si kelinci merasa putus asa,, karena tak ada satupun cahaya yang mampu senantiasa ada untuk menemani langkahnya,,Ohh,, sungguh si kelinci sangat merasa takut menghadapi kegelapan malam-malamnya.Di kala keputusasaan mulai menguasai dirinya,, rasa takutnya pun semakin menjerat langkahnya,, namun di saat itu lah sebuah cahaya yang sangat menyilaukan matanya menghampirinya,, sehingga ia tak sanggup tuk menatap dari mana datangnya cahaya itu,, karena ia merasa takut tuk meletakkan harapan yang sama pada cahaya itu,,Dalam kediamannya,, si kelinci mencoba untuk bangkit,, melangkah lagi,, namun ia tak ingin meletakkan peraduannya pada cahaya yang membuatnya dapat melangkah dengan pasti itu,, karena cahayanya sangat cukup menerangi langkahnya,,Tanpa disadarinya,, cahaya tersebut telah cukup lama menemani langkahnya,, dan bahkan lebih lama dari si bintang dan sang bulan,, yah ,, si kelinci mencoba tuk beradu pada cahaya baru itu,, meluapkan segala keluh kesahnya,, berbagi kebahagiaan yang ia temukan dalam perjalanannya,, dan si kelinci merasa sangat nyaman dengan peraduannya pada cahaya itu,,Ia pun mulai meletakkan harapannya pada si cahaya itu,, sedikit demi sedikit ia mulai percaya bahwa cahaya itu tidak akan meninggalkannya seperti si bintang dan sang bulan,, uhTunggu dulu,, si kelinci belum mengetahui siapakah gerangan sang cahaya yang senantiasa menemani langkahnya itu?? Wahh,, ternyata sang pencerah itu adalah MATAHARI,, yah ,, matahari,, yang mampu memberikan cahayanya bagi siapa saja,, lebih-lebih pada si kelinci,, si kelinci kembali membangun kepercayaannya pada sang matahari,, dengan segala keadaan sang matahari mampu menerangi langkah si kelinci,, yah,, si kelinci menyadari akan hal itu,,Namun,, hari kembali gelap,, dan si kelinci takut akan ditinggalka oleh sang mataharinya,, namun sang matahari tetap memberikan senyumannya pada si kelinci saat ia merasa takut,, dan berkata “Aku tahu, aku tidak dapat selalu menemani langkahmu sepanjang hidupmu,, karena dikala cahayaku meredup,, aku telah memberikan sedikit cahayaku pada bintang dan bulan,, janganlah merasa kehilangan akan diriku,, bintang dan bulan adalah secercah pantulan dari cahaya yang ku miliki,, bila bintang dan bulan tak dapat menemanimu di kala gelap menyelimuti hidupmu,, ciptakanlah setitik cahaya dari sebatang lilin yang cukup menemani langkahmu,, setitik cahaya pada lilin itu adalah cahayaku juga,, “Lalu si kelinci tak lagi merasa takut kala kegelapan membelenggunya,, si kelinci menyadari bahwa ia tak dapat memberikan apapun untuk sang mataharinya,, si kelinci hanya dapat memberikan kepercayaan dan ketulusan tuk tetap melangkah bersama cahayanya,, JBy : Sapie03061110:39
Read more...

Sabtu, 04 Juni 2011

Takut ,,!

| | 0 komentar

Aku takut,, yah ,, TAKUT,, sepenggal kata yang cukup membuatku merasa putus asa.. sebuah kata singkat, namun sangat berpengaruh bagi kehidupanku.. disaat ku mulai mengenal CINTA,, bagaimana menyayangi seseorang,, berbagi dengan seseorang,, menjaga perasaan seseorang,, bahkan merasa memiliki seseorang.. sampai disini,, akupun masih bertanya tentang apa itu CINTA yang sebenarnya,, aku takut,, rasa yang ada padaku sekarang ini akan menjadi musuh bagi diriku sendiri,, aku takut rasa ini mengalahkan rasa sayang dan cintaku kepada kedua orangtua dan keluargaku atau bahkan Tuhanku,, aku takut rasa ini akan menjauhkanku dari kehidupanku,, lebih-lebih akan membuatku merasa trauma setelah merasa kehilangan ataupun tersakiti oleh rasa itu.. namun biarlah kurasakan sejenak,, mungkin inilah proses untuk ku mengenal apa itu CINTA,,

Ketakutanku selanjutnya adalah bagaimana bila suatu saat nanti aku tak dapat lagi merasakan cinta,, tak dapat menyentuh rasa cinta,, tak dapat melihat, mendengar, dan menelusuri rasa cinta,, apa benar rasa cinta akan hilang setelah kita berada didunia yang berbeda,,  Jarak yang memisahkan,, dan ruang waktu yang berbeda,,??

Suatu ketidakpastian yang selalu menghantui hati dan pikiranku,, yang juga membuatku takut,, bagaimana aku dapat memahami kehidupan orang lain?? Untuk mengerti hidup orang terdekatpun aku tak bisa,, bahkan tuk memahami diriku sendiri belum tentu bisa,, siapa sebenarnya aku?? Seperti apakah aku??

Aku takut,, bila nanti aku sangat mengenal diriku sendiri,, aku akan merasa kecewa,, dan takut tuk melanjutkan hidupku,, tapi aku juga takut bila ku tak mngenal diriku sendiri,, akan terlambat bagiku tuk mengetahui dan memahami semua itu ,, bahkan hidupku yang sangat singkat ini tak cukup tuk menjawab semua pertanyaan yang sering terbersit di kepalaku,,

Kedewasaan,, bagaimana sebenarnya kedewasaan itu?? Aku takut tuk menjadi dewasa,, karena akan mempersingkat hidupku,, jika boleh memilih,, aku ingin menjadi anak-anak yang tidak pernah pusing dengan hidupnya ,, pertanyaan yang meluncur dari bibir mungilnya selalu terjawab,, walau ia tak harus mengerti apa jwaban dari pertanyaan yang dilontarkannya,, yang hanya mngenal kasih sayang dr orangtuanya tanpa harus memahami cara menyayangi orang lain,, yang bisa menangis kapan saja disaat ia merasa kecewa tanpa merasa malu,, merintih disaat merasa sakit dan selalu ada yang memperhatikannya,, merengek meminta sesuatu,, selalu diarahkan dalam proses pembelajaran,, ah,,

Aku takut,, takut saat kenyataan akan perpisahan,, aku tak tau bagaimana rasa sakit itu sebenarnya,, yang aku tau,, hal itu sangat menyiksa raga dan batinku,, apakah rasa sakit dekat dengan rasa kecewa akan kenyataan??

Semakin hari,, kenyataan-kenyataan pahit itu ,, semakin membuat ketakutan-ketakutanku memperjelas garis bingkainya,, dan seakan hendak membunuh keberanian dan ketangguhanku,, sampai kapan aku akan dapat tersenyum dihadapan orang untuk menutupi rasa takutku akan semua itu?? Tertawa lepas untuk meluapkan segala rasa takut di dada,, ?? terkadang aku terdiam membisu,, karena rasa itu sangat mencekikku,, haruskah aku berserah diri pada rasa takut itu?? Tapi apakah akan berakhir begitu saja?? dan aku tak yakin akan hal itu,, bagaimana bila rasa sakit itu semakin merajaiku dan mengendalikan segala pola pikirku?? Dan akan mematikan imaji-imajiku,,

Dan kenyataan itu semakin membuatku takut akan kehilangan disaat aku mulai mencoba keluar dan bertemu dengan orang-orang yang kusayang,, disaat ku mulai melawan ketakutanku,, disaat aku ingin menjadi bagian dari mereka,, dan merasa memiliki mereka,, tapi yang kudapat,, aku semakin takut mereka akan meninggalkan aku,, rasa sakit yang kurasa pun tak terperihkan dibanding melihat mereka satu persatu menjauh dariku,,inikah rasanya?? Yang kurasa melebihi perihnya sakit yang ku alami,,

Dan hal itu,, membuatku menarik diri kembali,, ke peraduan utamaku,, Ya Allah,,
Dan ketakutanku berikutnya,, bagaimana bila ku telah menarik seseorang tuk masuk dalam kehidupanku,, dan yang ternyata aku telah membawanya begitu dalam,, akupun tak tau apakah aku harus melepasnya? Disaat aku yakin bahwa aku yang akan menyakitinya di ujung hayatku?? Oh,, sungguh ku tak bermaksud tuk meninggalkanmu,,, namun hati ini terlalu perih melihat semua ini,, seakan semua yang kualami menjerat langkahku tuk terus berada disampingmu,, aku takut membuatmu kecewa akan keadaan diriku,, aku takut kamu akan meninggalkanku lebih dahulu,, aku tau bahwa aku tak seharusnya melepaskanmu begitu saja,, karna kamu pasti bertanya-tanya ‘kenapa,, kenapa,, dan kenapa,,?’’ dan aku tak sanggup menjawabnya,, maafkan aku yang selalu membuatmu bingung dalam menghadapi sikapku,, aku tau bahwa aku selalu membuatmu kecewa,, aku tak bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan dan kamu harapkan,,

Biar kamu, dan mereka ,, menilaiku seperti apa yang kalian mau,, sekreatif kalian memandang diriku,, akan lebih kuhargai,, karna sejujurnya diriku hanya diliputi rasa takut,, yah,, takut yang sangat tidak wajar,,

Sampai sampai rasa takut itupun memberi jarak antara aku dan orangtuaku,, rasa keterbukaan yang dulu sangat aku junjung tinggi,,, kini larut dalam ketakutanku,, dan akupun sadar,, bahwa ketakutanku ini membuatku bertingkah laku aneh,, segala sesuatu yang aku inginkan harus aku dapatkan,, karena aku takut,, takut waktuku akan habis ,, dan aku tak bisa menikmati apa yang ada,,
Terkadang ku mengembangkan senyum,, saat melihat kalian tertawa bahagia,, lepas dari perasaan yang kualami saat ini,, mungkin hanya itu hiburan bagiku saat ini,,


TIDAK,,!! Rasa itu tidak boleh bersarang didalam benakku,, karena itu akan menjadikan aku seorang yang pengecut,, dan enggan tuk keluar dari lingkaran kenyamananku selama ini,, banyak hal yang dapat dijadikan referensi di luar sana,, segala sesuatu itu membutuhkan sebuah proses,, tak dapat dirasakan hasilnya secara instan,, karena sebuah proses itulah yang sangat berharga dibandingkan hasilnya,, nilai dari suatu hasil itu berdasarkan proses yang telah dilalui,, dan dalam proses dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalaninya,, bunuh rasa takut dengan rasa sabar dan ikhlas itu,, yah,, sedikit merasa ter-upgrade keberanianku disaat aku mampu memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang dan menerimanya dengan ikhlas.. sungguh sebuah rasa yang ajaib dikala kita dapat mengaplikasikan rasa ikhlas itu,, dan menyadari bahwa diri kita bukanlah sesuatu yang besar dan berasal dari sesuatu yang mewah,, berawal dari sebutir debu yang tak memiliki arti penting,, namun inilah diri kita,, debu akan kembali menjadi debu sehebat apapun debu itu,, tetap menyadari akan diri kita,, dan buang jauh rasa takut tuk mengenal diri kita sebenarnya,, karena ada sebongkah rahasia yang menakjubkan dalam diri setiap insan,, tetap olah diri sebaik kita mampu,, dan yakinlah bahwa diri kita bisa melewati semua dengan baik,, J

By : Sapie
290511
17:33
Read more...

Rabu, 01 Juni 2011

Hitam

| | 0 komentar

Hitam, gelap
Setitik lentera
Raibkan bola mata
Lengang, bersuara dan berbisik
Siapakah dia?
Hendak kemana ia?
Padamkan auranya
Sinergi kelam
Mengusik langkahnya
Satu lentera
Bangkitkan ambisinya
Abaikan sinergi itu
Letakkan jiwamu padanya
Yah, tuk hapuskan kelamnya
Namun jangan tinggalkan lenteranya
Disitulah kau berdiri
Tuk menopang cita
Setinggi nirwana

by : sapie

Read more...

Tentangku

Foto Saya
Githa Algian Yusnia Putri
Githa Apriliana Yusnia Putri Akrab dipanggil icha, gitgit, lemot, githo, gite. punya panggilan khusus dr doi yakni sapie/pie Sedang menempuh study di UNSOED fakultas pertanian Prodi D3 Perencanaan Sumberdaya Lahan Seorang wanita biasa yang pendiam, linglung, bingungan, pelupa dan ceroboh. yang dipinang menjadi pacar oleh Alif hendi Kurniawan, seorang lelaki mahasiswa S1 Agribisnis Fakultas Pertanian UNSOED Keep moving forward ! Ganbatte :)
Lihat profil lengkapku

Labels

Tamu

Ekspresiku

Ekspresiku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut