Halaman

Sabtu, 04 Juni 2011

Takut ,,!

| |

Aku takut,, yah ,, TAKUT,, sepenggal kata yang cukup membuatku merasa putus asa.. sebuah kata singkat, namun sangat berpengaruh bagi kehidupanku.. disaat ku mulai mengenal CINTA,, bagaimana menyayangi seseorang,, berbagi dengan seseorang,, menjaga perasaan seseorang,, bahkan merasa memiliki seseorang.. sampai disini,, akupun masih bertanya tentang apa itu CINTA yang sebenarnya,, aku takut,, rasa yang ada padaku sekarang ini akan menjadi musuh bagi diriku sendiri,, aku takut rasa ini mengalahkan rasa sayang dan cintaku kepada kedua orangtua dan keluargaku atau bahkan Tuhanku,, aku takut rasa ini akan menjauhkanku dari kehidupanku,, lebih-lebih akan membuatku merasa trauma setelah merasa kehilangan ataupun tersakiti oleh rasa itu.. namun biarlah kurasakan sejenak,, mungkin inilah proses untuk ku mengenal apa itu CINTA,,

Ketakutanku selanjutnya adalah bagaimana bila suatu saat nanti aku tak dapat lagi merasakan cinta,, tak dapat menyentuh rasa cinta,, tak dapat melihat, mendengar, dan menelusuri rasa cinta,, apa benar rasa cinta akan hilang setelah kita berada didunia yang berbeda,,  Jarak yang memisahkan,, dan ruang waktu yang berbeda,,??

Suatu ketidakpastian yang selalu menghantui hati dan pikiranku,, yang juga membuatku takut,, bagaimana aku dapat memahami kehidupan orang lain?? Untuk mengerti hidup orang terdekatpun aku tak bisa,, bahkan tuk memahami diriku sendiri belum tentu bisa,, siapa sebenarnya aku?? Seperti apakah aku??

Aku takut,, bila nanti aku sangat mengenal diriku sendiri,, aku akan merasa kecewa,, dan takut tuk melanjutkan hidupku,, tapi aku juga takut bila ku tak mngenal diriku sendiri,, akan terlambat bagiku tuk mengetahui dan memahami semua itu ,, bahkan hidupku yang sangat singkat ini tak cukup tuk menjawab semua pertanyaan yang sering terbersit di kepalaku,,

Kedewasaan,, bagaimana sebenarnya kedewasaan itu?? Aku takut tuk menjadi dewasa,, karena akan mempersingkat hidupku,, jika boleh memilih,, aku ingin menjadi anak-anak yang tidak pernah pusing dengan hidupnya ,, pertanyaan yang meluncur dari bibir mungilnya selalu terjawab,, walau ia tak harus mengerti apa jwaban dari pertanyaan yang dilontarkannya,, yang hanya mngenal kasih sayang dr orangtuanya tanpa harus memahami cara menyayangi orang lain,, yang bisa menangis kapan saja disaat ia merasa kecewa tanpa merasa malu,, merintih disaat merasa sakit dan selalu ada yang memperhatikannya,, merengek meminta sesuatu,, selalu diarahkan dalam proses pembelajaran,, ah,,

Aku takut,, takut saat kenyataan akan perpisahan,, aku tak tau bagaimana rasa sakit itu sebenarnya,, yang aku tau,, hal itu sangat menyiksa raga dan batinku,, apakah rasa sakit dekat dengan rasa kecewa akan kenyataan??

Semakin hari,, kenyataan-kenyataan pahit itu ,, semakin membuat ketakutan-ketakutanku memperjelas garis bingkainya,, dan seakan hendak membunuh keberanian dan ketangguhanku,, sampai kapan aku akan dapat tersenyum dihadapan orang untuk menutupi rasa takutku akan semua itu?? Tertawa lepas untuk meluapkan segala rasa takut di dada,, ?? terkadang aku terdiam membisu,, karena rasa itu sangat mencekikku,, haruskah aku berserah diri pada rasa takut itu?? Tapi apakah akan berakhir begitu saja?? dan aku tak yakin akan hal itu,, bagaimana bila rasa sakit itu semakin merajaiku dan mengendalikan segala pola pikirku?? Dan akan mematikan imaji-imajiku,,

Dan kenyataan itu semakin membuatku takut akan kehilangan disaat aku mulai mencoba keluar dan bertemu dengan orang-orang yang kusayang,, disaat ku mulai melawan ketakutanku,, disaat aku ingin menjadi bagian dari mereka,, dan merasa memiliki mereka,, tapi yang kudapat,, aku semakin takut mereka akan meninggalkan aku,, rasa sakit yang kurasa pun tak terperihkan dibanding melihat mereka satu persatu menjauh dariku,,inikah rasanya?? Yang kurasa melebihi perihnya sakit yang ku alami,,

Dan hal itu,, membuatku menarik diri kembali,, ke peraduan utamaku,, Ya Allah,,
Dan ketakutanku berikutnya,, bagaimana bila ku telah menarik seseorang tuk masuk dalam kehidupanku,, dan yang ternyata aku telah membawanya begitu dalam,, akupun tak tau apakah aku harus melepasnya? Disaat aku yakin bahwa aku yang akan menyakitinya di ujung hayatku?? Oh,, sungguh ku tak bermaksud tuk meninggalkanmu,,, namun hati ini terlalu perih melihat semua ini,, seakan semua yang kualami menjerat langkahku tuk terus berada disampingmu,, aku takut membuatmu kecewa akan keadaan diriku,, aku takut kamu akan meninggalkanku lebih dahulu,, aku tau bahwa aku tak seharusnya melepaskanmu begitu saja,, karna kamu pasti bertanya-tanya ‘kenapa,, kenapa,, dan kenapa,,?’’ dan aku tak sanggup menjawabnya,, maafkan aku yang selalu membuatmu bingung dalam menghadapi sikapku,, aku tau bahwa aku selalu membuatmu kecewa,, aku tak bisa menjadi seperti apa yang kamu inginkan dan kamu harapkan,,

Biar kamu, dan mereka ,, menilaiku seperti apa yang kalian mau,, sekreatif kalian memandang diriku,, akan lebih kuhargai,, karna sejujurnya diriku hanya diliputi rasa takut,, yah,, takut yang sangat tidak wajar,,

Sampai sampai rasa takut itupun memberi jarak antara aku dan orangtuaku,, rasa keterbukaan yang dulu sangat aku junjung tinggi,,, kini larut dalam ketakutanku,, dan akupun sadar,, bahwa ketakutanku ini membuatku bertingkah laku aneh,, segala sesuatu yang aku inginkan harus aku dapatkan,, karena aku takut,, takut waktuku akan habis ,, dan aku tak bisa menikmati apa yang ada,,
Terkadang ku mengembangkan senyum,, saat melihat kalian tertawa bahagia,, lepas dari perasaan yang kualami saat ini,, mungkin hanya itu hiburan bagiku saat ini,,


TIDAK,,!! Rasa itu tidak boleh bersarang didalam benakku,, karena itu akan menjadikan aku seorang yang pengecut,, dan enggan tuk keluar dari lingkaran kenyamananku selama ini,, banyak hal yang dapat dijadikan referensi di luar sana,, segala sesuatu itu membutuhkan sebuah proses,, tak dapat dirasakan hasilnya secara instan,, karena sebuah proses itulah yang sangat berharga dibandingkan hasilnya,, nilai dari suatu hasil itu berdasarkan proses yang telah dilalui,, dan dalam proses dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalaninya,, bunuh rasa takut dengan rasa sabar dan ikhlas itu,, yah,, sedikit merasa ter-upgrade keberanianku disaat aku mampu memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang dan menerimanya dengan ikhlas.. sungguh sebuah rasa yang ajaib dikala kita dapat mengaplikasikan rasa ikhlas itu,, dan menyadari bahwa diri kita bukanlah sesuatu yang besar dan berasal dari sesuatu yang mewah,, berawal dari sebutir debu yang tak memiliki arti penting,, namun inilah diri kita,, debu akan kembali menjadi debu sehebat apapun debu itu,, tetap menyadari akan diri kita,, dan buang jauh rasa takut tuk mengenal diri kita sebenarnya,, karena ada sebongkah rahasia yang menakjubkan dalam diri setiap insan,, tetap olah diri sebaik kita mampu,, dan yakinlah bahwa diri kita bisa melewati semua dengan baik,, J

By : Sapie
290511
17:33

0 komentar:

top

Posting Komentar

Tentangku

Foto Saya
Githa Algian Yusnia Putri
Githa Apriliana Yusnia Putri Akrab dipanggil icha, gitgit, lemot, githo, gite. punya panggilan khusus dr doi yakni sapie/pie Sedang menempuh study di UNSOED fakultas pertanian Prodi D3 Perencanaan Sumberdaya Lahan Seorang wanita biasa yang pendiam, linglung, bingungan, pelupa dan ceroboh. yang dipinang menjadi pacar oleh Alif hendi Kurniawan, seorang lelaki mahasiswa S1 Agribisnis Fakultas Pertanian UNSOED Keep moving forward ! Ganbatte :)
Lihat profil lengkapku

Labels

Tamu

Ekspresiku

Ekspresiku
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut