Di kala waktu Magnesium, ku terpaku, terjerat pada satu pandangan mata yang begitu menyejukkan jiwa. Di saat sinergi kelam menyelimuti hidupku, bagai anak kelinci yang tersesat dalam kegelapan malam, sorot matanya yang tak lagi tajam dalam kegelapan, mencoba mencari setitik terang,, tuk meletakkan peraduannya,, dengan tertatih,, ia mencoba tuk tetap bertahan menanti sebuah cahaya yang mampu menuntun dan menemani langkahnya,, agar ia tak tersesat dan semakin kehilangan arah..Dalam penantiannya ia sempat beradu pada bintang,, rasanya cukup tuk menerangi langkah kecilnya,, namun dalam perjalanan singkatnya,, ia merasa kecewa,, bintang itu menghilang dan ia kembali kehilangan arah,,Dengan kesabarannya ia mencoba merelakan bintangnya pergi tuk selamanya,, karena baginya bintang itu tak bisa selalu menemani langkahnya,, karena cahayanya terlalu kecil baginya,, walau indah dipandang karena kemerlipnya yang dapat membuai mata bagi yang melihatnya,, namun si kelinci tak dapat mempertahankan peraduannya pada bintang,,Dalam langkah sederhananya,, si kelinci mencoba tuk mendongakkan kepala sejenak,, karena ia merasa ada cahaya yang sangat cukup untuk mengiringi langkahnya,, yah,, si kelinci menemukannya,, ia mencoba tuk membuka diri,, mendekatkan diri pada bulan,, ia mencoba tuk beradu padanya,, cukup nyaman,, dan cukup membuatnya tersenyum selama melangkahkan kakinya,, dengan cahaya dari sang bulan,, si kelinci dapat menemukan hal-hal baru di sepanjang perjalannya,, bagai menemukan langkah baru,, si kelinci meletakkan harapannya pada sang bulan,, yah,, si kelinci berharap sang bulan dapat menemani dan selalu mengiringi langkahnya,, hingga ia menemukan kehidupan yang dicarinya selama ini,,Namun lagi-lagi si kelinci merasa kecewa,, setelah sang bulan secara perlahan memudarkan sinarnya,, ia mulai merasa kehilangan pandangan,, ia takut sang bulan akan pergi seperti bintang yang pernah menjadi peraduannya,, ahMemang benar,, sang bulan pun menghilang dan tak lagi menemani si kelinci,, si kelinci merasa putus asa,, karena tak ada satupun cahaya yang mampu senantiasa ada untuk menemani langkahnya,,Ohh,, sungguh si kelinci sangat merasa takut menghadapi kegelapan malam-malamnya.Di kala keputusasaan mulai menguasai dirinya,, rasa takutnya pun semakin menjerat langkahnya,, namun di saat itu lah sebuah cahaya yang sangat menyilaukan matanya menghampirinya,, sehingga ia tak sanggup tuk menatap dari mana datangnya cahaya itu,, karena ia merasa takut tuk meletakkan harapan yang sama pada cahaya itu,,Dalam kediamannya,, si kelinci mencoba untuk bangkit,, melangkah lagi,, namun ia tak ingin meletakkan peraduannya pada cahaya yang membuatnya dapat melangkah dengan pasti itu,, karena cahayanya sangat cukup menerangi langkahnya,,Tanpa disadarinya,, cahaya tersebut telah cukup lama menemani langkahnya,, dan bahkan lebih lama dari si bintang dan sang bulan,, yah ,, si kelinci mencoba tuk beradu pada cahaya baru itu,, meluapkan segala keluh kesahnya,, berbagi kebahagiaan yang ia temukan dalam perjalanannya,, dan si kelinci merasa sangat nyaman dengan peraduannya pada cahaya itu,,Ia pun mulai meletakkan harapannya pada si cahaya itu,, sedikit demi sedikit ia mulai percaya bahwa cahaya itu tidak akan meninggalkannya seperti si bintang dan sang bulan,, uhTunggu dulu,, si kelinci belum mengetahui siapakah gerangan sang cahaya yang senantiasa menemani langkahnya itu?? Wahh,, ternyata sang pencerah itu adalah MATAHARI,, yah ,, matahari,, yang mampu memberikan cahayanya bagi siapa saja,, lebih-lebih pada si kelinci,, si kelinci kembali membangun kepercayaannya pada sang matahari,, dengan segala keadaan sang matahari mampu menerangi langkah si kelinci,, yah,, si kelinci menyadari akan hal itu,,Namun,, hari kembali gelap,, dan si kelinci takut akan ditinggalka oleh sang mataharinya,, namun sang matahari tetap memberikan senyumannya pada si kelinci saat ia merasa takut,, dan berkata “Aku tahu, aku tidak dapat selalu menemani langkahmu sepanjang hidupmu,, karena dikala cahayaku meredup,, aku telah memberikan sedikit cahayaku pada bintang dan bulan,, janganlah merasa kehilangan akan diriku,, bintang dan bulan adalah secercah pantulan dari cahaya yang ku miliki,, bila bintang dan bulan tak dapat menemanimu di kala gelap menyelimuti hidupmu,, ciptakanlah setitik cahaya dari sebatang lilin yang cukup menemani langkahmu,, setitik cahaya pada lilin itu adalah cahayaku juga,, “Lalu si kelinci tak lagi merasa takut kala kegelapan membelenggunya,, si kelinci menyadari bahwa ia tak dapat memberikan apapun untuk sang mataharinya,, si kelinci hanya dapat memberikan kepercayaan dan ketulusan tuk tetap melangkah bersama cahayanya,, JBy : Sapie03061110:39
Halaman
Senin, 13 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar